KOTAK HIJAU MELALUI HUJAN TREMBESI TREE

Pasuruan, metrosoerya.com. Pohon trembesi adalah pohon yang biasa digunakan untuk program reboisasi. Trembesi sering ditanam untuk keindahan kota, paru-paru kota, kota hijau dan sebagainya. Tapi tahukah Anda apa sebenarnya pohon trampese itu?

Hujan Ki, Rain Tree atau Trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr. Sinonim Samanea saman (Jacq.) Merr.) Ini adalah tanaman tinggi, tinggi dengan mahkota yang sangat lebar. Di masa lalu, tanaman ini populer sebagai tanaman bayangan. Pohon ini memiliki berbagai nama panggilan seperti Saman, Rain Tree dan Monkey Pod dan termasuk dalam genus Albizia. [1] Penggunaannya yang luas membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Namanya berasal dari air yang sering menetes dari kanopi karena menyerap air tanah yang kuat dan kotoran jangkrik yang hidup di pohon.

kayu suar adalah pohon berbunga dari keluarga kacang polong. Tanaman ini adalah tanaman asli Amerika tropis dan sekarang tersebar luas di daerah tropis. Di beberapa tempat juga mengganggu, karena dedaunan mencegah tanaman lain berkembang.

Nama Latin pohon Trembesi ini adalah Samanea Saman (pohon hujan). Pohon ini awalnya hidup di Amerika Selatan dan sekarang tentu saja juga hidup dalam kondisi iklim tropis. Tentu saja bisa mencapai pertumbuhan 25 meter dan diameter 30 meter.


Ini disebut sebagai pohon hujan karena air sering menetes dari kanopi karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Daunnya juga sangat sensitif terhadap cahaya dan berada dalam cuaca yang padat (atau gelap) berdekatan, sehingga air hujan dapat menyentuh tanah secara langsung melalui dedaunan pohon yang lebat. Rumput bahkan lebih hijau di bawah pohon hujan daripada rumput yang mengelilinginya.

Pohon ini ditujukan untuk ruang publik yang sangat besar seperti taman atau taman, halaman sekolah atau halaman dengan lahan yang luas.

Karakteristik pohon Trembesi sangat mudah dikenali oleh ciri-ciri cabang-cabang pohon, yang berbentuk payung. Dan pohon Trembesi ini menjadi lebih lebar dari ketinggian pohon. Di tanah kelahirannya, pohon ini digunakan sebagai pohon menyusui di perkebunan dan taman.

Selain manfaat yang disebutkan di atas, tampaknya pohon Trembesi juga dapat menyerap puluhan CO2 dari pohon biasa. Pohon trembesi dapat menyerap 28,5 ton karbon dioksida setiap tahun. (Diameter kanopi 15 meter). Bandingkan dengan pohon biasa yang dapat rata-rata 1 ton CO2 selama 20 tahun kehidupan mereka. Selain itu, pohon Trembesi dapat secara efektif mengurangi konsentrasi gas tanpa menjadi hijau dan menyerap air tanah yang kuat.

Mungkin karena kemampuannya menyerap CO2, pada tahun 2010 pemerintah meluncurkan program penanaman 1 miliar pohon dengan trembesi sebagai pohon utama yang akan ditanam.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *